Minggu, 22 Februari 2015


Garis Takdir

Garis takdir
Kemarin dia begitu nyata menunjukkan kemilaunya
Hingga cahaya matahari pun takkan sanggup menatapnya
Namun perlahan tapi pasti kemilau itupun pudar
Dan tidak tahu kemana lagi dia kan berlabuh

Garis takdir
Kemarin dia sangat agung dan penuh mukjizat
Hingga tak ada satupun suara yang menyamainya
Namun suara itu hilang bak tenggelam di dasar nirwana
dan hanya menyisakan gema

garis takdir
kemarin dia begitu tangguh
hingga bersamnya, akupun tak ragu untuk menjinakkan laut ganas
namun detik ini entah keanehan apa yang menimpanya
dia bahkan tak berharap ada ombak lagi yang muncul

garis takdir
yang kukira akan bisa kumilki selamnya
yang kuharap akan bisa membimbingku
yang kupercaya lebih dari diriku sendiri
namun,
dia putuskan untuk mematahkan garis takdir itu
menjadi serpihan-serpihan yang tidak bernilai lagi.



1 komentar: