Minggu, 22 Februari 2015

The story about darkness and happiness

Ini adalah satu ceritaku ketika internship (magang kerja) di Australia sebagai bagian dari program pertukaran pemuda Indonesia-Australia.
       Taboo, itulah kata yang paling tepat untuk mengidentikkan sihir, ilmu gaib, atau sesuatu yang ajaib. Rasanya sangat senang bisa mendapatkan workplacement di sekolah ini, karena sejauh ini sudah banyak hal yang saya pelajari, mulai dari peraturan sekolah, sistem pembelajaran, teaching method, sampai style para guru. Selain itu sayapun mendapatkan banyak kesempatan untuk menampilkan wajah Indonesia disini, sangat bangga rasanya.
Dari sekian banyak hal yang terjadi, ada yang tidak biasa. Saya temukan satu kelas yang secara khusus mempelajari tentang “witchcraft”, baik itu sejarahnya, simbol-simbol, pelaku dan bagaimana mereka melakukannya. Waktu saya di sekolah hanya sebatas belajar mahluk-mahluk gaib secara umum, untuk lebih detailnya kita tidak mendapatkan pengetahuan, karena ini adalah hal yang sangat berkaitan erat dengan spiritual dan diluar akal sehat, itulah kenapa dikatakan tabu. Orang-orang dewasapun cenderung menghindari topik ini.
Yang terjadi di sekolah ini adalah ilmu sihir dan semacamnya dipandang sebagai sesuatu yang patut dipelajari karena didalamnya terkandung sejarah besar yang perlu untuk diketahui. Adu argumen tidak dapat dihindarkan, tetapi pada akhirnya semua dikembalikan ke pribadi masing-masing.
Berangkat dari temuan itu, sayapun mendapatkan sebuah ide untuk melakukan sesuatu. Pada umumnya orang melihat magic hanya tentang darkness, akan tetapi ada sisi lain dari hal tersebut yang ternyata bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan kepada diri kita sendiri. Saya menunjukkan beberapa permainan magic atau familiar dengan istilah sulap di Indonesia. Ternyata mereka (para siswa) sangat terkesan dengan penampilan magic itu dan sangat ingin tahu bagaimana itu bisa terjadi. Sayapun dengan senang hati membongkar rahasia permainan yang seharusnya tidak boleh dilakukan.  Mereka sangat antusias dan  ingin menampilkan permainannya kepada orang lain.
Di akhir sesi saya menjelaskan bahwa kepada siswa-siswa bahwa magic tidak hanya tentang kegelapan atau hal-hal buruk belaka, tetapi bisa juga untuk menghibur orang dengan seni misteri yang terkandung didalamnya. That is my passion of doing magic. Nama saya Arif, dan sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Garis Takdir

Garis takdir
Kemarin dia begitu nyata menunjukkan kemilaunya
Hingga cahaya matahari pun takkan sanggup menatapnya
Namun perlahan tapi pasti kemilau itupun pudar
Dan tidak tahu kemana lagi dia kan berlabuh

Garis takdir
Kemarin dia sangat agung dan penuh mukjizat
Hingga tak ada satupun suara yang menyamainya
Namun suara itu hilang bak tenggelam di dasar nirwana
dan hanya menyisakan gema

garis takdir
kemarin dia begitu tangguh
hingga bersamnya, akupun tak ragu untuk menjinakkan laut ganas
namun detik ini entah keanehan apa yang menimpanya
dia bahkan tak berharap ada ombak lagi yang muncul

garis takdir
yang kukira akan bisa kumilki selamnya
yang kuharap akan bisa membimbingku
yang kupercaya lebih dari diriku sendiri
namun,
dia putuskan untuk mematahkan garis takdir itu
menjadi serpihan-serpihan yang tidak bernilai lagi.



HUJAN


                                                 “HUJAN”

Hari ini,,,,,,,,
Kau telah mengajariku untuk tidak lagi menghargai perasaan
Kau telah mengajariku untuk hidup dalam kebohongan
Dan hari ini juga,,,,,
Kau yang memintaku
Untuk melupakan hujan yang sudah kita bangun dengan darah

Hari ini,,,,,,,,
Adalah hari yang kau pilih
Untuk merobek langit hitam nan indah
menjadi serpihan serpihan kecil yang nanti akan menghilang
hingga dia tidak akan bisa lagi meneruskan cahaya matahari
hingga dia tidak bisa lagi menurunkan hujan kita
dan hujan pun tidak akan  pernah terlihat lagi

Hari ini,,,,,
Aku ingin berkata
Aku bukanlah orang yang suka dan pandai dalam membuat puisi
Tetapi jika ada orang yang bertanya tentang hujanku
Maka jawabannya adalah..................

Hanya aku dan Tuhan yang tahu